Siapa Dia ?  Mengapa terjun di bidang alergi ? 

Berikut penuturannya …

Saya Dr. Ali Senjaya adalah penderita alergi dan menikah dengan Dr Irawati yang juga penderita alergi, karena alergi ini adalah penyakit yang diturunkan secara genetic maka kedua anak kami juga penderita alergi. Seandainya gejala alergi tersebut belum timbul, kita sebut sebagai berbakat alergi.

Bukti dari Alergi ini diturunkan lebih mudah di telusuri dari keluarga istri, ayah mertua adalah penderita asma sejak dari anak dan dengan riwayat nenek istri saya juga penderita asma, saudara kandung ayah mertua juga penderita asma. Sedangkan ibu mertua, gelala alergi baru timbul setelah beberapa kali menerima transfuse darah akibat sakit yang di deritanya, yang tadinya tidak alergi terhadap seafood sejak transfuse jadi sensitive terhadap seafood.

Istri saya memiliki 3 orang adik,yang terlihat alergi ada 2 yaitu anak kedua selain asma gejala yang menonjol adalah rhinitis alergica, sedangkan adik wanitanya gejala alergi terlihat dalam bentuk lain yaitu alergi terhadap sperma suami , walaupun telah menikah sampai sekian lama belum di karuniai keturunan. Saat inipun saya masih berjuang untuk menyembuhkan istri saya dari alerginya ( asma – rhinitis alergi ) terkadang masih timbul  walaupun gejalanya tidak seberat dulu dan frekuensinya sudah sangat jauh berkurang, tetapi kadang gejala tsb timbul  terhadap allergen yang tidak pernah kita duga sebelumnya ( kapur barus, parfum tertentu, obat nyamuk, pewangi mobil,  dsb ). Anak pertama saya malahan alergi terhadap bahan pelicin dan pewangi pakaian sedangkan anak kedua saya alergi terhadap MSG.

Bagaimana dengan riwayat alergi di keluarga saya ?

Perlu diketahui bahwa dari kedua orang tua tidak di akui secara pasti ada alergi, mereka hanya pernah mengatakan kalau dulu pernah saat makan seafood gatal sekarang sudah tidak lagi. Tetapi setelah belajar biofisika dan alergi lebih dalam baru kami ketahui bahwa diabetes, hipertensi yang tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan walaupun penderita patuh ternyata adalah penderita alergi, ini kami buktikann pada kedua orang tua kami yang diabetisi ternyata mereka berdua alergi terhadap kelompok gula termasuk glukosa.

Beberapa pasien hipertensi yang sudah mendapatkan multiple drug sampai 3 obat untuk mengendalikan alerginya, setelah kami terapi dengan bicom saat ini hipertensinya bisa dikendalikan cukup dengan satu obat saja.

Seorang adik saya sejak kecil alergi terhadap telur bila makan telur atau produk telur akan timbul  bisul yang dengan bertambahnya usia gejala tersebut hilang sendiri – makan telur tak timbul gejala ( dianggap sembuh ) ternyata saat dewasa alergi ini  muncul saat makan kepiting.

Kakak saya sendiri yang dulunya tak ada masalah dengan seafood, tahun 2008 mengatakan kalau makan ikan asin badannya jadi gatal-gatal tetapi seafood yang lain tidak. Saat ini 2 keponakan saya, 1 dari pihak istri dan 1 dari pihak saya. Mereka berdua juga menderita alergi sejak anak-anak.

Alasan inilah yang mendorong saya untuk selalu belajar dan akhirnya terjun untuk mengatasi masalah alergi, kami sudah mencoba semua metode konvensional yang ada tetapi belum memukan solusi yang  tepat baru di bicom inilah walaupun belum ideal, kami mendapatkan banyak perbaikan.

Apa itu BICOM ?

Bicom bukanlah barang baru di dunia, sudah banyak ahli yang menguji, membuktikan efektifitas terapi dengan bicom. Walaupun pada awalnya kami ragu, karena menurut kami pada saat itu tidak sesuai dengan ilmu kedokteran yang kami pelajari (biokimia) semua penyakit selalu diselesaikan dengan pemberian obat kimia yg tentunya dikuti dengan resiko terjadinya efek samping. Akhirnya setelah membuktikan sendiri kami berani untuk berbagi untuk menolong orang lain yang punya masalah alergi, karena tidak setiap orang /  keluarga mau ataupun mampu membeli bicom untuk mengobati keluarganya (info :  harga bicom ratusan juta ), sebagai sesama penderita alergi kami tidak menetapkan tarif yang semena-mena tetapi tarif yang wajar. Sebagai informasi tarif  tes – terapi alergi biofisika di Indonesia adalah yang paling murah sedunia untuk pelayanan sejenis, bahkan di Indonesia dibandingkan dengan metode konvensional yang sudah ada ( food challenge test, skin prick test, IgE Rast ) tetap lebih murah.

Semua yang tergabung dalam bioE Indonesia Network adalah penderita ataupun mempunyai keluarga yang menderita alergi sehingga mereka mau berinvestasi dalam mendirikan klinik bio E Indonesia tetapi tidak mengharapkan pengembalian modal  dalam waktu cepat. Syukurlah Tuhan itu Maha Baik, walaupun kami tidak memberlakukan tarif seperti halnya di luar negeri Tuhan tetap saja memberikan rejekinya. Hukum siapa menabur dia akan menuai – kita tabur kebaikan menolong pasien dengan ikhlas maka pasien sendiri yang akan bercerita / testimony kepada saudara, teman, dsb karena telah mencoba dan membuktikannya sendiri serta mendapatkan manfaat dari terapi bicom, sehingga pasien selalu ada.

Siapakah Dr Ali Senjaya ?

Alumni FK Unibraw – Malang, sebagai Dokter Umum. Sekitar 3 tahun bekerja di Roche – Perusahaan farmasi Swiss mendalami bidang virology ( ilmu tentang virus ) khususnya Hepatitis, Cytomegalovirus, HIV / AIDS. Kanker khususnya di bidang supportif treatment – paliatif ( meningkatkan daya tahan tubuh – mengurangi kecacatan – pain control )

Sekitar 2 tahun bekerja di Hoechst Marion Roussel – perusahaan Jerman mendalami bidang penyakit geriatric / orang tua ( Diabetes, Osteoporosis ). Bidang pain – penggunaan analgetik untuk berbagai jenis nyeri, bidang pengobatan Gastritis – sakit maag, Infeksi- alergi pada mata,penggunaan antihistamin pada alergi.

Sekitar 1,5 tahun bekerja di Dexa Medica Group – Perusahaan farmasi Nasional mendalami bidang utama Infeksi khususnya infeksi bakteri yang kebal terhadap antibiotika, hipertensi, Stroke, gangguan pencernaan pada dewasa dan anak, kecanduan narkoba, Diabetes, depresi.

Sekitar 2,5 tahun bekerja di Novell Pharmaceutical Laboratories – Perusahaan farmasi Nasional mendalami bidang utama  hipertensi, homocystein, antioksidan, imunisasi / vaksin, alergi – antihistamin, stroke, kanker – gagal ginjal support treatment, antibiotic  golongan quinolones.

Sekitar 2,5 tahun bekerja di Ethica – soho group – perusahaan farmasi nasional mendalami  bidang osteoporosis, antibiotic, analgetic, symptomatic therapy

Sekitar 2 bulan bekerja di Inti Utama Sehat – Perusahaan Distributor produk kecantikan Nasional mendalami bisnis di bidang kecantikan à RESIGN mendirikan Bio E Indonesia Network

1 Januari 2007 – sekarang  Bio E Indonesia Network sebagai :

  • Salah satu  Founder / Owner Certified Bicom Therapist – Germany
  • Head of Research and Development  bio E Indonesia Network
  • Praktisi – Klinisi – Trainner Untuk Bicom , biotensor
  • Founder : Protocols Bicom treatment for Autism Spectrum Disorder