Apakah Penderita Alergi/Autis Harus Diit Menghindari Alergen Makanannya ?

Apakah Penderita Alergi/Autis Harus Diit Menghindari Alergen Makanannya ?

Sebelum kita menjawab pertanyaan utama, kita harus menjawab pertanyaan ini terlebih dahulu :

Apakah penderita alergi /  autis melakukan terapi DISENSITISASI Alergen dengan Bicom di BioE setelah hasil tes alerginya diketahui ?

Bila jawabannya

  1. TIDAK  ->  Penderita alergi / autis harus melakukan diit menghindari allergen penyebabnya 100%, ngga boleh bocor sedikitpun. Apapun alasannya … seminggu sekali kan boleh -> NO ! … Cuma sedikit saja utk icip2x -> NO !
  2. YA  ->  dianjurkan tetap menjalankan pola diit yang selama ini sudah dijalankan sebelum tes dan terapi alergi di BioE. Kalau selama ini TIDAK DIIT …ya tetap TIDAK DIIT selama terapi… Kalau selama ini sudah diit misalnya Gluten Free Sugar Free Soya Free atau apapun ..tetap jalankan diit ini 100% sampai terapis BioE mengijinkan utk coba lepas diit.

MENGAPA ?

Pada saat anak melakukan diit ( menghindari ) allergen makanan, tubuhnya akan mulai program self detox dan bila dilakukan 100% menghindari allergen makanan … maka dalam waktu 7 sampai 10 hari tubuhnya akan menjadi sangat SENSITIVE terhadap allergen makanan tsb.

Sehingga bila setelah 7 sampai 10 hari …penderita baik secara sengaja ataupun tidak sengaja mengkonsumsi allergen makanan tsb, walaupun jumlahnya sangat sedikit sekali maka reaksi alergi / timbulnya gejala alergi yang terjadi akan jauh lebih parah dibandingkan pada saat sebelum terapi di BioE. Serangan alergi akut.

Berdasarkan pengalaman di klinik selama bertahun2x, ortu sangat sulit untuk menjalankan diit pada anak alergi / autis tanpa bocor 100% maka biasanya terapis BioE – TIDAK MENGANJURKAN DIIT Menghindari allergen makanan , bagi pasien setelah tes alergi dan pasien berencana melanjutkan ke terapi alergi. Untuk mencegah timbulnya reaksi alergi yang jauh lebih parah.

DIIT menghindari allergen makanan hanya bagi pasien yang tidak melanjutkan terapi disensitisasi alergi di BioE, utk mengurangi , mencegah timbulnya gejala alergi.

Apakah Pasien alergi / autis yang selama ini belum diit menghindari allergen makanan setelah tes alerginya diketahui , boleh melakukan diit menghindari allergen makanan ?

YA – asal dapat dijamin 100% tidak bocor, malahan dari hasil penelitian dikatakan terapi alerginya akan lebih cepat dibandingkan dengan yang tanpa diit menghindari allergen  makanan.

So, pilihan tetap pada Ortu … menjalankan diit atau tidak …..

Manifestasi Gejala Alergi

Manifestasi Gejala Alergi

 

Gejala alergi yang timbul sangat beragam dan kadang tidak diduga sebagai manifestasi dari alergi, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ada 4 sistem organ tubuh yang dapat menunjukkan manifestasi alergi yaitu : 

 
  • Dermal System / Kulit : gatal, kaligata, eksim, jerawat , rambut rontok/kebotakan dll.
  • Digestive system/ Saluran Cerna : mual, muantah, diare, maag, radang usus besar, sembelit, dll.
  • Neural System/ Syaraf : kekelahan umum/ tidak pernah fit , nyeri/ pegal seluruh tubuh, nyeri punggung, vertigo, migren, telinga berdenging, rematik, depresi, hiperaktif, autis, dll.
  • Respiratory System/ Pernafasan : bersin, hidung buntu, hidung berair, asma, sering infeksi pernafasan/ batuk/ pilek, bronchitis, sinusitis, dll.
Alergi Itu Apa ?

Alergi Itu Apa ?

Alergi adalah suatu reaksi kekebalan yang menyimpang/ berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh.

 
 Alergi bisa disebabkan oleh faktor keturunan (genetik) maupun lingkungan. Secara genetik bisa diprediksi jika salah satu orang tua ada riwayat alergi, maka kemungkinan 20% – 40% anaknya juga alergi. Resiko ini menjadi meningkat 60% – 80% jika kedua orang tuanya alergi dan punya manifestasi alergi yang sama.  Resiko alergi tetap ada walaupun kedua orang tua tidak ada alergi, yaitu 5% – 15%.  Faktor lingkungan seperti allergen, infeksi dan polusi juga bisa menjadi pemicu.